Apa Itu Sertifikat Asuransi?

0
126
sertifikat asuransi adalah

Sertifikat asuransi adalah sertifikat yang mencantumkan keterangan tentang asuransi. Dokumen ini mencantumkan nama pemegang polis, jenis pertanggungan, nama perusahaan asuransi, batas pertanggungan, tanggal efektif, dan informasi lainnya.

Pemegang polis mungkin perlu memberikan COI (certificate of insurance) kepada individu atau organisasi yang ingin mempekerjakan mereka ketika ada kemungkinan kerugian yang signifikan.

Tujuan dari sertifikat asuransi adalah membuktikan bahwa individu/bisnis tertentu memiliki pertanggungan kewajiban yang diperlukan. Sertifikat tersebut merangkum informasi yang menjamin klien terkait pertanggungjawaban atas kerusakan yang mungkin ditimbulkan.

Misalnya, ketika kamu menyewa jasa boga katering untuk pernikahanmu. Jika katering menyajikan makanan kedaluwarsa dan membuat beberapa tamu jatuh sakit dan membutuhkan perawatan medis, maka dengan jaminan sertifikat asuransi, yang perlu menanggung biaya adalah pihak katering.

Kamu sebagai klien dapat memastikan sebelumnya bahwa katering memiliki asuransi pertanggungjawaban yang sesuai. Meminta sertifikat asuransi adalah prioritas setiap menyewa jasa dalam situasi di mana mungkin ada kerusakan.

Dalam suatu tender, perusahaan yang tidak dapat menyediakan asuransi semacam ini mungkin akan kesulitan memenangkan kontrak.

Baca juga: Apa Itu Asuransi?

Apa yang perlu dicantumkan dalam suatu sertifikat asuransi?

Tidak ada template tunggal untuk sertifikat asuransi. Salah satu format umum berasal dari Association for Cooperative Operations Research and Development (ACORD), lembaga nonprofit yang menetapkan standar untuk industri asuransi global. Termasuk meliputi:

  • Tanggal : kapan perusahaan asuransi menerbitkan sertifikat asuransi
  • Produsen : nama broker atau agen asuransi yang menerbitkannya. Bagian ini juga mencakup alamat perusahaan asuransi dan detail kontak.
  • Yang diasuransikan : bagian sertifikat asuransi adalah yang terpenting, area ini berisi nama dan alamat pemegang polis. Nama tersebut harus sesuai dengan nama yang diberikan perusahaan.
  • Penanggung yang memberikan pertanggungan : ini adalah daftar perusahaan asuransi yang menerbitkan polis.
  • Perlindungan asuransi : bagian ini merangkum semua polis asuransi yang dimiliki perusahaan. Ini mungkin termasuk asuransi kewajiban, asuransi kompensasi kerja, asuransi mobil, dst. Mencantumkan nomor polis, tanggal efektif, dan tanggal kedaluwarsa.
  • Batas pertanggungan : ini adalah jumlah maksimum yang akan dibayar perusahaan asuransi untuk menutupi kewajiban apa pun. Batasan dapat berlaku untuk setiap kejadian, kerugian tertentu, atau keseluruhan polis.
  • Deskripsi operasi : bagian ini mencakup informasi penting apa pun tentang operasi perusahaan, seperti lokasi kerja, dst.
  • Pembatalan : sertifikat asuransi menjelaskan tanggal kedaluwarsa. Bagian ini juga menyatakan bahwa sertifikat asuransi adalah hal pokok, tetapi pembatalan dapat dilakukan, perusahaan akan memberi tahu pemegang sertifikat jika membatalkan.
  • Tanda tangan : meliputi tanda tangan dari perwakilan resmi yang menerbitkan sertifikat.

Baca juga: Apa Itu Serfikat Deposito?

Sertifikat asuransi adalah jaminan awal, bagaimana memperolehnya?

Jika kamu merupakan pemilik bisnis, kamu mungkin ingin menyimpan sertifikat asuransi untuk ditunjukkan kepada calon pelanggan.

Kamu bisa mendapatkan formulir ini dengan menghubungi perusahaan asuransimu.

Namun, orang yang menyewa kontraktor dan perusahaan lain sering kali menginginkan perusahaan asuransi untuk mengeluarkan COI langsung kepada mereka. Dengan begitu, mereka bisa menjadi pemegang sertifikat yang berjanji akan diberitahukan oleh perusahaan asuransi jika kamu membatalkan asuransi.

Menerima sertifikat asuransi adalah hal yang dapat diperoleh secara langsung dari perusahaan asuransi. Ini untuk memastikan bahwa kontraktor tidak memberikan dokumen penipuan. Agen asuransi biasanya secara langsung mengeluarkan COI.

Catatan saat menerima sertifikat

Berikut ini beberapa catatan yang perlu diperhatikan saat menerima atau mengeluarkan sertifikat asuransi adalah:

  • Pastikan bisnis yang kamu rekrut sesuai dengan nama perusahaan di sertifikat. Jika timbul kewajiban, kamu perlu yakin bahwa sertifikat yang kamu miliki mengacu pada perusahaan yang tepat.
  • Periksa peringkat untuk perusahaan asuransi yang dipilih. Carilah peringkat untuk setiap penyedia yang terdaftar melalui agen asuransi terpercaya.
  • Cek dengan teliti tanggal kedaluwarsa. Polis sertifikat asuransi adalah berlaku untuk jangka waktu terbatas. Saat kamu memeriksa sertifikat, tinjau tanggal kedaluwarsa. Jika pertanggungan akan berakhir saat kamu bekerja dengan perusahaan, kamu mungkin ingin mengubah kontrakmu untuk mewajibkan perusahaan memberikan sertifikat.
  • Verifikasi bahwa bisnis tersebut memiliki cakupan yang tepat. Asuransi yang tepat melingkupi tanggung jawab terkait tempat, operasi, atau produk perusahaan, seperti cedera pihak ketiga.
  • Pastikan batasan kebijakan cukup mewadahi asuransi yang diperlukan.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Robinhood

Simak juga:

Cuan dari Bisnis Kuliner? Bikin Populer Restomu di Grabfood lewat 7 Cara Ini

E-book Gratis; Mengenal Pasar Saham Amerika (Indeks S&P 500)

Catat! Ini 4 Pertanyaan Dasar untuk Tentukan Strategi Investasi

3 Jenis Modal Usaha, Dasar-dasar Financing Bisnis untuk Pemula

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here