Currently set to Index
Currently set to Follow

Apa Itu Smart Money?

Smart money adalah modal yang dikendalikan oleh investor institusional, para pakar pasar, bank sentral, pengelola reksadana, dan profesional keuangan lainnya. Istilah smart money sebenarnya berakar dari istilah dalam perjudian, yang merujuk pada taruhan yang dibuat oleh penjudi dengan rekam jejak yang sukses.

Jadi apa, nih, bedanya antara uang pintar alias smart money dengan dana jenis biasanya? Bedanya, smart money diinvestasikan atau dipertaruhkan oleh mereka yang dianggap berpengalaman, mereka yang berpengetahuan luas, atau mereka yang tahu-tahu soal keuangan. Atau, oleh ketiganya.

Beberapa pihak beranggapan, smart money bekerja lebih baik daripada investasi non-smart money. Namun, keuntungan dari smart money ini tidak diperoleh dengan mudah. Pada kenyataannya, investasi jenis ini membutuhkan penerapan banyak metode spekulasi.

Karena itulah, istilah smart money berasal dari penjudi yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai bidang di mana mereka memasang taruhan.

Dalam konteks perjudian, smart money mengacu pada mereka yang mencari nafkah dari taruhan yang mereka pasang. Banyak penjudi menggunakan algoritme matematika historis untuk memutuskan berapa banyak dan apa yang akan dipertaruhkan.

Misalnya, jika mereka bertaruh untuk pertandingan olahraga, atau bahkan bertaruh pada bidang yang informasinya hanya diketahui oleh orang dalam. Intinya, mereka memiliki pengetahuan di atas rata-rata publik pada umumnya.

Baca juga: Apa Itu Money Supply?

Apa Itu Smart Money?, Pluang

Smart Money: Saat istilah Perjudian Masuk dalam Ranah Investasi

Dalam dunia investasi pun, istilah smart money adalah istilah yang merujuk pada orang-orang dengan pengetahuan semacam itu. Mereka yang mengelola smart money memiliki pemahaman lebih lengkap tentang pasar atau dengan informasi yang tidak dapat diakses oleh investor biasa.

Dengan demikian, smart money dianggap memiliki peluang sukses yang jauh lebih baik ketika pola perdagangan investor institusi menyimpang dari investor ritel.

Smart money juga mengacu pada kekuatan kolektif ketika uang dalam jumlah besar mampu menggerakkan pasar. Dalam konteks ini, bank sentral adalah kekuatan di balik berputarnya smart money tersebut. Sementara, para investor hanya mengamati saja pergerakan pasar ketika hal tersebut berlangsung.

Mengidentifikasi Pergerakan Pasar

Kita mungkin beranggapan bahwa smart money adalah dana yang banyak dikelola oleh orang dalam dan spekulan informasi mengenai pasar. Masyarakat kebanyakan memang membayangkan bahwa orang-orang yang paham seluk-beluk pasar adalah mereka yang berinvestasi paling banyak. Namun, anggapan ini bisa jadi keliru.

Hanya satu sumber informasi saja yang secara eksklusif dimiliki oleh orang-orang yang berwawasan mengenai pasar, yakni harga saham dan opsi indeks. Informasi semacam ini umumnya relatif kompleks dan membingungkan bagi para investor yang tidak terlatih atau trader biasa.

Karena itu, umumnya yang mengetahui fluktuasinya hanyalah orang-orang yang mengerti seluk-beluk pasar. Atau, katakanlah, sekelompok pelaku pasar yang memiliki lebih banyak informasi. Jadi, mengetahui bagaimana strategi para pemegang smart money adalah cara investasi yang akan memberi keuntungan bagi investor ritel yang ingin mengikuti jejak investor smart money.

Sebagian besar orang yang lebih paham seluk beluk pasar dan pemegang smart money ini biasanya menggunakan berbagai metode dan sumber data untuk mengelompokkan data transaksi. Ini berlaku bagi transaksi komersial maupun non-komersial.

Salah satu sumber tersebut di antaranya adalah penggunaan laporan commitment of traders (COT). Data ini diterbitkan mingguan oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC, Commodity Futures Trading Commission).

Banyak analis menggunakan laporan tersebut untuk mengetahui aktivitas perdagangan berjangka. Aktivitas perdagangan berjangka ini menentukan tindakan yang dapat diambil oleh investor yang lebih berpengetahuan.

Baca juga: Apa Itu Money Market?

Mempelajari Grafik Pergerakan Smart Money

Studi grafik “smart money versus dumb money” menekankan perbedaan dari cara investor memposisikan diri mereka di pasar. Namun, ini tidak valid untuk menentukan karakteristik sesungguhnya dari dana tersebut. Sebab, tidak semua tindakan investasi menunjukkan karakter dari investor.

Pada umumnya, imbal hasil yang dapat diperoleh oleh seseorang, dan bahkan oleh para manajer dengan portofolio profesional sekalipun, tidak dapat menyamai imbal hasil dari investasi indeks mekanis (mechanical index investing) sepanjang waktu.

Skala Smart Money

Investor dengan jumlah pengikut yang masif, seperti Warren Buffett, dianggap sebagai salah satu contoh investor smart money. Skala investasi smart money adalah skala yang diperhitungkan oleh Buffett. Ini dapat ditilik dari berbagai aktivitas Buffett saat tengah menghadapi situasi pasar.

Misalnya saja, saat cadangan kas di perusahaan Buffett, Berkshire Hathaway, menumpuk dan tidak diinvestasikan, ini adalah tanda bahwa Buffett tidak melihat banyak peluang nilai dana tersebut jika diputar di pasar.

Buffet barangkali melihat bahwa investasi US$25.000 tidak terlalu signifikan jika diputar di pasar, dibandingkan ditujukan untuk pengembangan perusahaannya. Artinya, barangkali pasar memang sedang lesu. Ini dapat mengindikasikan pada investor untuk juga menghindari spekulasi di pasar pada saat-saat tersebut.

Bagi Buffett, smart money adalah dana yang dapat ia putar dengan menggerakkan perusahaan atau mengakuisisi perusahaan alih-alih menempatkannya dalam pasar. Jadi, begitulah cara Buffett untuk meningkatkan skala smart money-nya. Ia memperhatikan kondisi pasar dengan saksama. Barulah saat ada kesempatan yang lebih baik untuk memutarnya di pasar, maka ia akan melakukannya, terutama untuk saham berukuran sedang.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img