Currently set to Index
Currently set to Follow
#CerdasCuan Apa Itu Solvency Ratio?

Apa Itu Solvency Ratio?

Apa itu solvency ratio? Rasio solvabilitas atau solvency ratio adalah metrik utama untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utangnya.

Rasio ini sering digunakan oleh calon pemberi pinjaman bisnis karena mampu menunjukkan apakah arus kas perusahaan cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang.

Semakin rendah apa itu solvency ratio yang dimaksud, maka semakin besar kemungkinan perusahaan tersebut gagal membayar kewajiban utangnya. Karenanya, solvency ratio adalah penentu bagi pemberi pinjaman untuk memberikan pinjaman.

Rasio solvabilitas dihitung dengan membagi pendapatan operasional bersih setelah pajak perusahaan dengan total kewajiban utangnya. Pendapatan bersih setelah pajak diperoleh dengan menambahkan biaya nontunai.

Biaya-biaya tersebut di antaranya perhitungan penyusutan dan amortisasi dan pengembalian laba bersih. Angka-angka ini berasal dari laporan laba rugi perusahaan. Sementara, kewajiban jangka pendek dan jangka panjang perusahaan ditemukan di neraca perusahaan.

Baca juga: Apa Itu Velocity of Money?

Solvency ratio adalah patokan pemberi pinjaman memberikan pinjaman

Rasio solvabilitas alias solvency ratio adalah salah satu dari banyak metrik yang digunakan untuk menentukan apakah suatu perusahaan dapat tetap solvent. Penggunaan rasio lainnya untuk menjamin pinjaman di antaranya termasuk utang terhadap ekuitas, total utang terhadap total aset, dan rasio cakupan bunga.

Solvency ratio menjadi ukuran karena ukuran solvabilitas yang komprehensif, rasio ini mengukur arus kas aktual perusahaan, bukan laba bersihnya. Ini dilakukan dengan menambahkan kembali depresiasi dan biaya non-tunai lainnya untuk menilai kapasitas perusahaan demi tetap bertahan (solvent).

Ukuran dari solvency ratio ini mampu menganalisis arus kas dalam kaitannya dengan semua kewajiban. Bukan hanya mematok terkait utang jangka pendek. Dengan cara ini, rasio solvabilitas menilai kesehatan jangka panjang perusahaan.

Solvency ratio adalah rasio yang mengevaluasi kemampuan membayar kembali utang jangka panjang dan bunga atas utang tersebut.

Sebagai pedoman umum, rasio solvabilitas yang lebih tinggi dari 20% dianggap sehat secara finansial. Namun, rasio ini bervariasi dari satu industri ke industri lainnya.

Oleh karena itu, rasio solvabilitas perusahaan harus dibandingkan dengan pesaingnya dalam industri yang sama, daripada dilihat secara terpisah.

Terminologi solvency ratio adalah juga terminologi yang digunakan untuk perusahaan asuransi. Rasio ini dipakai untuk membandingkan ukuran modal dengan premi tertulis. Selain itu, juga mengukur risiko yang dihadapi perusahaan asuransi dari klaim yang tidak dapat ditanggungnya.

Rumusnya adalah: Neto setelah – pendapatan pajak + beban non tunai dibagi dengan kewajiban jangka pendek + kewajiban jangka panjang.

Baca juga: Apa Itu Current Ratio atau Rasio Lancar?

Contoh penerapan rasio solvabilitas

Perusahaan di industri dengan utang yang berat seperti utilitas mungkin memiliki rasio solvabilitas yang lebih rendah daripada di sektor seperti teknologi.

Untuk membuat perbandingan yang setara, solvency ratio adalah rasio yang harus dibandingkan untuk semua perusahaan dengan industri sejenis. Ini diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang sebenarnya tentang solvabilitas relatif.

Perbandingan rasio ini ditentukan berdasarkan tahun fiskal dari masing-masing perusahaan. Dengan penghitungan yang memasukkan unsur-unsur seperti: batas pemasukan, depresiasi, pendapatan bersih + depresiasi (A), utang jangka pendek, utang ST + utang LT (B). Rasio solvabilitas lantas dihitung berdasarkan (A)/(B).

Dengan rasio solvabilitas yang solid di atas 20%, artinya suatu perusahaan dapat menyelesaikan kewajiban utang jangka pendek mereka pada saat jatuh tempo dengan pendapatan operasionalnya.

Pemberi pinjaman yang melihat laporan keuangan perusahaan biasanya akan menggunakan rasio ini sebagai penentu kelayakan kredit.

Mengukur arus kas dibandingkan laba bersih adalah penentu solvabilitas yang lebih baik, terutama bagi perusahaan yang mengalami depresiasi dalam jumlah besar pada asetnya.

Ini menunjukkan bahwa solvency ratio adalah rasio yang memeriksa kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Hasil persentase rasio yang lebih tinggi menunjukkan peningkatan kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajibannya dalam jangka panjang.

Batasan penggunaan rasio solvabilitas

Suatu perusahaan mungkin memiliki jumlah utang yang rendah, tetapi jika praktik manajemen kasnya buruk dan utang dagang melonjak, posisinya mungkin tidak kokoh.

Karena itu, penggunaan solvency ratio adalah juga perlu dibandingkan dengan faktor-faktor analisis kelayakan kredit lainnya. Penggunaan berbagai skala dan rasio untuk penentuan kelayakan kredit tentu membantu memberikan gambaran apakah perusahaan tersebut layak diberikan pinjaman.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Sumber: Investopedia

Simak juga:

Artikel Terbaru