Currently set to Index
Currently set to Follow

Tipe-Tipe Gap dalam Trading dan Kenapa Kamu Perlu Memperhatikannya

Bukan cuma tupai yang bisa loncat, terkadang candlestick pada chart trading kamu pun suka loncat-loncat. Nah, candlestick yang sering loncat-loncat ini, alias trading gap adalah fenomena lazim terjadi terutama saat market sedang volatile.

Kamu bisa menggunakan fenomena ini untuk mengambil kesempatan lho, Sobat Cuan. Asal tepat memprediksinya, trading gap bisa membantu kamu mengambil keputusan yang tepat. Simak yuk, bagaimana sih caranya?

Baca juga: Apakah Cari Cuan dengan Trading Forex Halal Menurut Islam?

Apa Itu Trading Gap?

Saat pasar modal sedang bergejolak, terkadang chart menampilkan fenomena yang disebut dengan trading gaps. Yakni, kondisi di mana saat satu candlestick tiba-tiba menciptakan jarak dengan candlestick berikutnya.

Gap yang terjadi pada trading chart mengindikasikan tidak ada transaksi yang dieksekusi pada level harga tersebut. Hal ini lantaran harga berubah drastis dalam kurun waktu singkat.

Baik lonjakan harga maupun koreksi harga yang terjadi secara drastis akan memicu gap pada chart trading kamu. Fenomena lumrah ini dinamakan ‘gap up‘ jika lonjakannya terbang ke bulan, atau ‘gap down‘ jika koreksinya susut ke jurang.

Baca juga: Mengenal Konsep Wrapped Token dalam Kancah Kripto. Apakah Itu?

Tipe-Tipe Gap dalam Trading dan Kenapa Kamu Perlu Memperhatikannya, Pluang

Macam-macam Trading Gaps

Jika kamu ingin memanfaatkan gap yang terjadi, tentu sebelumnya kamu harus mengenal dulu tipe-tipe gap. Nah, beberapa tipe gaps sejatinya dirangkum dalam satu grafik berikut:

Gap trading
Contoh-contoh gaps dalam trading. Sumber: Tradingview

1. Breakaway Gap

Breakaway gap adalah kondisi di mana pergerakan harga berikutnya berada di luar area support atau resistance, seperti yang terjadi selama rentang perdagangan. Biasanya, gap ini terjadi karena harga aset tengah terkonsolidasi, baik itu menanjak atau memperlihatkan pola perbalikan (reversal).

Biasanya, gap ini tidak akan terisi dalam waktu cepat atau di hari yang sama. Selain itu, volume perdagangan pada masa-masa ini biasanya terbilang tinggi. Ini lantaran traders yang melakukan short selling akan menutupi kerugiannya dengan mengakumulasi aset. Selain itu, banyak trader juga biasanya berekspektasi akan ada breakout setelahnya, sehingga mereka akan membeli aset didorong rasa Fear of Missing Out (FOMO).

2. Runaway Gap

Runaway gap terjadi ketika pergerakan harga tiba-tiba hilang di grafik dan menimbulkan celah. Padahal, pergerakan harganya sedang mengikuti tren tertentu.

Gap ini merupakan indikasi bahwa pergerakan harga akan tetap mengikuti tren sebelumnya, baik itu sedang uptrend maupun downtrend. Makanya, tak heran jika runaway gap kerap disebut sebagai continuation gap.

Karena tren harga sesudah gap cenderung sama dengan sebelumnya, maka artinya tidak terjadi perdagangan yang signifikan selama gap itu berlangsung.

3. Exhaustion Gap

Exhaustion gap adalah sinyal teknis yang ditandai dengan penurunan harga yang terjadi setelah kenaikan cepat harga aset selama beberapa saat sebelumnya. Biasanya, sinyal ini mencerminkan pergeseran signifikan dari aktivitas beli ke aktivitas jual yang bersamaan dengan turunnya permintaan akan suatu aset.

Implikasi dari sinyal tersebut adalah tren harga naik mungkin sudah “lelah” (exhausted) sehingga trennya akan berbalik arah. Biasanya, trader selalu panik dan menjual asetnya pasca gap ini berlangsung.

4. Common Gap

Seringkali terjadi sebagai fenomena tanpa faktor pendorong apapun, juga tidak mengindikasikan momentum apapun.

Baca juga: Anti Deg-Degan! Simak 6 Cara Menghindari Investasi Bodong Berikut!

Indikasi Trading Gaps

Beberapa jenis gap mengindikasikan momentum baru pada tren perdagangan. Contohnya, breakaway gap secara tipikal akan diikuti dengan kenaikan tajam dari volume perdagangan. Namun, tidak begitu dengan runaway gap yang lebih sering terjadi tanpa alasan tertentu.

Dalam investasi saham, gap terjadi biasanya sebagai implikasi berita atau kejadian yang berkaitan dengan perusahaan emiten. Informasi tentang pendapatan atau hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) juga bisa memicu terjadinya gaps.

Saat ini terjadi, ada dua kemungkian indikasi yang mengikutinya. Pertama ialah perubahan tren, kedua adalah tren yang masih terus berlanjut.

Namun, kamu harus berhati-hati dalam menginterpretasikan gap yang terjadi. Jika kamu meleset, keputusan trading kamu bisa jadi malah akan menimbulkan peluang kerugian.

Tips Memanfaatkan Trading Gap

Ada banyak cara untuk memanfaatkan trading gaps demi cuan yang lebih baik.

Salah satu cara yang paling populer adalah memasang penawaran sebelum pasar dibuka setelah melihat sinyal dari gap. Strategi ini harus diikuti dengan analisa fundamental dan teknikal yang mumpuni agar prediksi kamu tidak meleset ya, Sobat Cuan.

Karena gap kerap terjadi setelah laporan keuangan dirilis untuk publik, sering kali trader membeli saham saat pasar baru ditutup di angka yang menguntungkan. Trader juga bisa memilih untuk memasang harga di posisi yang likuid maupun tidak likuid di awal pergerakan harga dengan asumsi gap akan segera terisi. Sebab biasanya, saat gap mulai terisi, tren akan berlanjut pada kesetimbangan baru.

Trader berpengalaman sering melakukan hal ekstrem dengan berspekulasi dengan short selling saat gap down. Namun, membeli saat harga mendekati support pun dapat kamu lakukan juga saat gap mulai terisi mendekati titik supportnya.

Baca juga: Apa itu Analisis Fundamental Saham?

Premis Umum dalam Trading Gap

Selain hal di atas, terdapat beberapa “kepercayaan” trader mengenai pola trading gaps. Berikut rangkumannya:

  1. Tren harga sulit dihentikan saat harga sudah mulai mengisi gap. Sehingga, trader akan kebingungan menebak support dan resistance berikutnya.
  2. Exhaustion gaps dan continuation gaps memprediksi pergerakan harga pada arah yang berlawanan.
  3. Perhatikan volume perdagangan. Volume yang tinggi merepresentasikan breakaway gaps, sementara volume rendah mengindikasikan exhaustion gaps.
  4. Investor ritel biasanya bereaksi berlebihan pada gap, sementara investor institusi memanfaatkan dengan baik untuk memperbaiki portofolio. Jadi, kendalikan dirimu dan tunggu sinyal break sebelum mengambil posisi.

Sudah siap mendulang cuan dari trading gaps?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia, Dot Net Tutorials

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img