Currently set to Index
Currently set to Follow

Kekhawatiran Inflasi Semakin Tinggi, Harga Emas Terus Meroket!

Harga emas kembali menunjukkan keperkasaannya pekan lalu. Seperti yang dijelaskan pada analisis harga emas sebelumnya, ternyata sentimen ihwal perilisan data milik bank sentral AS The Fed ampuh mendongkrak harga emas hingga ke level US$1.900 sepanjang pekan lalu.

Sepanjang pekan keempat Mei, investor dibuat deg-degan oleh perilisan data indeks Personal Consumption Expenditure (CPE) milik The Fed. Indeks ini merupakan barometer utama The Fed dalam menaksir dan mengevaluasi target inflasi ke depan.

Harga emas pun berfluktuasi seiring harap-harap cemas investor. Kecemasan ini sempat bikin mereka beralih sejenak ke obligasi AS, yang akhirnya bikin mereka meninggalkan emas.

Pengumuman itu pun datang pada Jumat (28/5). The Fed akhirnya mengumumkan bahwa nilai CPE April berada di angka 3,6%, yang merupakan puncak tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Hal ini pun sesuai dengan data Departemen Perdagangan AS yang sebelumnya mencatat inflasi tahunan di tingkat 4,2% pada April.

Jika melihat data tersebut, artinya bayang-bayang inflasi sudah semakin dekat. Indeks ini juga dipercaya mengukur kondisi inflasi sebenarnya lantara indeks PCE menggunakan ukuran pengeluaran rumah tangga sebagai acuan penghitungannya. Alhasil, harga emas yang memang dikenal memilki lindung nilai terbaik terhadap inflasi pun naik daun.

Harga emas kemudian terdongkrak oleh loyonya dua musuh bebuyutan emas, yakni tingkat hasil obligasi AS dan nilai dolar AS.

Melemahnya yield tersebut membuat perhatian investor berpaling dari obligasi dan kembali bergerak menggenggam emas. Penjelasan lengkap tentang hubungan harga emas dan yield obligasi pemerintah bisa dibaca di artikel berikut.

Sementara itu, melemahnya dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih murah bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas meningkat, dan kemudian mengerek harganya.

Baca juga: Benarkah Harga Emas Naik Saat Ekonomi AS Lesu? 6 Peristiwa Ini Buktinya!

Kekhawatiran Inflasi Semakin Tinggi, Harga Emas Terus Meroket!, Pluang

Analisis Harga Emas Pekan Ini

Setelah melalui pekan yang gemilang, lantas bagaimana dengan analisis harga emas pada pekan ini?

Beberapa analis mengatakan bahwa angin segar masih akan berembus mendorong sang logam mulia. Bahkan, dorongan ini diperkirakan tetap berlangsung hingga beberapa pekan mendatang. Faktor pendukungnya tentu saja inflasi.

Moncernya harga emas sudah diprediksi oleh banyak analis. Data inflasi selama beberapa bulan terakhir telah menyadarkan pada Ekonomi bahwa pada tahun ini harga emas akan mengalami lonjakan harga terbaik dalam 35 tahun terakhir. Kecemasan akan inflasi diperkirakan masih akan mendorong investor untuk memborong logam mulia tersebut.

Selain itu, investor mungkin akan memborong emas selama The Fed tidak memperlihatkan tanda-tanda untuk mengubah kebijakan moneter demi merespons inflasi tersebut. Hingga pekan kemarin, beberapa pejabat The Fed silih berganti mengatakan bahwa otoritas moneter itu bisa meredam dampak inflasi tanpa harus mengetatkan kebijakan moneternya.

Namun, pada titik ini nampaknya investor harus mulai “pasang kuda-kuda”. Sebab, The Fed mengatakan bahwa dampak inflasi ini hanya sementara. Bank sentral AS ini meyakini bahwa inflasi perlahan akan turun lagi hingga ke bawah posisi 2% seiring pembukaan kembali kegiatan ekonomi (reopening) dan pandemi COVID-19 yang memudar.

Kemudian, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan lonjakan inflasi merupakan fenomena sementara yang disebabkan oleh kekurangan pasokan dalam pemulihan ekonomi saat Covid-19. Artinya, sentimen inflasi yang dikhawatirkan mungkin tidak akan terjadi. Sehingga, investor mulai beralih kembali ke aset berisiko dan meninggalkan emas.

Selain itu, investor juga perlu mencermati data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll) yang akan dirilis Jumat (4/6) mendatang untuk mengukur laju pemulihan ekonomi negara adidaya tersebut. Ekonom sendiri memperkirakan bahwa sektor usaha AS telah menambah sekitar 700.000 pekerjaan di bulan Mei, atau meningkat pesat dibanding 266.000 di April.

Baca juga: Pengembangan Vaksin Covid-19, Pertaruhan antara Pandemi dan Ekonomi

Analisis Harga Emas: Sampai Kapan Emas Harga Emas Mentok?

Untungnya, beberapa sumber mengatakan bahwa harga emas masih bisa berkibar hingga beberapa waktu mendatang. Beberapa sumber menyatakan bahwa pada tahap awal harga emas akan mampu menembus level US$2.067 dan jika terus bertahan akan mampu mencapai US$ 3.750.

Jika semuanya berjalan lancar, harga emas akan terus reli hingga mencapai harga puncak di pertengahan Oktober.

Pola kenaikan harga ini pernah terjadi pada tahun 2005 sampai 2007 atau 15 tahun lalu. Kala itu, The Fed menaikkan suku bunga sebagai upaya untuk mengurangi leverage pasar. Hal itu membuat indeks saham dan logam mulia terus menguat karena investor sudah mulai melakukan lindung nilai terhadap risiko yang mungkin timbul.

Ada pandangan yang mengatakan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga antara tahun depan dan tahun 2023 mendatang. Namun, pandangan lain menyebutkan bahwa The Fed harus mengambil langkah lebih cepat untuk menghindari kekhawatiran inflasi, dan kondisi tersebut mirip dengan reli emas yang terjadi pada 2004 sampai 2007 lalu.

Jika kondisinya mendukung, harga emas berpotensi meningkat sampai US$6.500. Sunil Kumar Dixit dari SK Dixit Charting malah berpendapat sebaliknya, jika emas kembali menyentuh level US$1.900, kemungkinan akan naik ke level US$1.922 dan US$ 1.958 sebelum jatuh ke kisaran US$ 1.848 dan US$ 1.828 per ons.

“Peluang penurunan sebelum $ 1.960 jauh lebih besar daripada reli yang menjanjikan melebihi $ 2.000,” tutupnya.

Baca juga: Cetak Rekor Melulu, Ini Alasan Harga Ethereum Bakal Terbang Terus!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img