Currently set to Index
Currently set to Follow

Pekan Ini, Emas Akan Didorong Sentimen Positif di Tengah Sentimen Pemulihan Ekonomi

Kokoh di luar, namun rapuh di dalam. Seperti itulah kondisi emas pada pekan lalu. Sang logam mulia yang awalnya kokoh di atas US$1.900 per ons kini harus tersungkur kembali di kisaran US$1.870 per ons.

Seperti yang sudah dijelaskan di analisis harga emas pekan lalu, investor pada pekan lalu benar-benar menanti arah pemulihan ekonomi Amerika Serikat melalui dua rilis data ketenagakerjaan.

Hal ini benar-benar dinanti investor setelah sebelumya ketar-ketir dengan tingkat inflasi yang tinggi pada pekan sebelumnya dan bikin mereka memborong emas.

Data ketenagakerjaan pertama rilis pada Kamis (3/6). Di mana, Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data bahwa terdapat 388.000 pengangguran yang mengajukan program bantuan tunakarya AS sepanjang pekan lalu. Angka ini merupakan titik terendah selama pandemi COVID-19 berlangsung di negara adidaya tersebut.

Data ketenagakerjaan kedua pun dirilis sehari setelahnya. Departemen Ketenagakerjaan AS juga menunjukkan bahwa dunia usaha AS menambah 559.000 tenaga kerja pada Mei, atau naik dibanding April 300.000 tenaga kerja.

Hal ini mengindikasikan bahwa optimisme ekonomi AS mulai menguat. Sehingga, investor mulai mengantisipasi kebijakan pengetatan moneter yang bisa saja dilakukan oleh bank sentral AS, The Fed. Kondisi ini juga membuat investor sedikit melupakan inflasi, yang sempat menjadi ketakutan terbesar investor beberapa pekan belakangan.

Perilisan dua data tersebut pun akhirnya memperkokoh kekuatan dua musuh bebuyutan emas, yakni dolar AS dan tingkat imbal hasil obligasi AS.

Seperti diketahui, menguatnya yield obligasi AS bertenor 10 tahun membuat investor kembali berpaling dari emas dan kembali berburu cuan di surat utang pemerintah AS. Penjelasan lengkap tentang hubungan harga emas dan yield obligasi pemerintah bisa dibaca di artikel berikut.

Sementara itu, melejitnya nilai dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas melorot, dan kemudian menyusutkan harganya.

Baca juga: Yuk, Kenalan Dengan 2 Jenis Indikator Ekonomi yang Pengaruhi Investasi

Pekan Ini, Emas Akan Didorong Sentimen Positif di Tengah Sentimen Pemulihan Ekonomi, Pluang

Analisis Harga Emas Pekan Ini

Setelah melalui satu pekan yang “jungkat-jungkit”, bagaimana nasib dan analisis harga emas untuk pekan ini?

Beberapa analisis mengatakan bahwa sejatinya angin segar masih berembus di balik logam mulia pada minggu ini. Sentimen pertamanya, lagi-lagi, adalah soal optimisme pertumbuhan ekonomi AS.

Memang, data ketenagakerjaan yang tokcer bikin ekonomi AS seolah-olah tengah pulih. Hanya saja, data penyerapan tenaga kerja baru yang dirilis Jumat (7/6) ternyata jauh di bawah ekspektasi semula yakni 650.000 tenaga kerja.

Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh fakta bahwa pasar tenaga kerja AS masih belum mampu menyerap 7,5 juta tenaga kerja agar jumlah tenaga kerja bisa kembali ke tingkat sebelum pandemi COVID-19. Hal ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi memang berjalan lambat, sehingga bank sentral AS The Fed pun diperkirakan tak akan buru-buru mengetatkan kebijakan moneternya.

Kondisi tersebut, tentu saja, akan berdampak positif bagi harga emas yang selama ini tergantung dengan maju-mundur sikap The Fed.

Di samping itu, kini investor juga menanti kelanjutan dari Rancangan Undang-Undang (RUU) pendanaan infrastruktur, yang kini sudah sampai di meja Dewan Legislatif AS. Pada Rabu (9/6), fraksi Partai Demokrat di Dewan Legislatif AS akan melakukan pemungutan suara terkait rancangan beleid tersebut.

Namun di samping itu, investor nampaknya boleh bernapas tenang pekan ini. Sebab, tidak ada perilisan data signifikan yang bisa mempengaruhi logam mulia pekan ini. Semoga saja, pejabat The Fed tidak berkomentar macam-macam pada minggu kedua Juni ini.

Baca juga: Harga Emas Masih ‘Strong’ di Tengah Loyonya Data Ketenagakerjaan AS

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: Reuters, Goldprice

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img