Currently set to Index
Currently set to Follow

Setelah Dihantui Inflasi, Kinerja Indeks Saham AS Menanti Hasil Data Tenaga Kerja

Kabar gembira bagi pasar saham Amerika Serikat pekan lalu. Tiga indeks saham utama AS ditutup menghijau di tengah kekhawatiran investor atas inflasi, seperti yang dijelaskan pada analisis harga saham Amerika Serikat pekan lalu.

Hal tersebut bisa terlihat pada tabel di bawah ini:

Dow Jones 34.529,45 + 0,19%
S&P 500 4.204,22 + 0,08%
Nasdaq 13.748,74 + 0,09%

*data per penutupan pasar di Jumat, 28 Mei 2021

Saham AS Menutup Bulan Mei dengan Kenaikan

Pasar ekuitas AS berhasil mencetak kenaikan untuk mengakhiri minggu dan bulan Mei yang bergelombang. Dengan level 1% lebih rendah dari posisi lebih tinggi sepanjang masanya, indeks S&P 500 kembali strike dengan mencetak keuntungan empat bulan berturut-turut.

“Bangkitnya” S&P 500 di akhir bulan didorong oleh performa mentereng saham teknologi pada Jumat lalu (28/5). Namun, saham yang terkait dengan pemulihan ekonomi telah mendukung pasar secara keseluruhan selama dua bulan terakhir. Pada akhir pekan lalu, volume perdagangan sangat ringan di Jumat menjelang akhir pekan untuk memperingati Memorial Day di AS, karena investor menutup pembukuan mereka lebih awal.

Dengan capaian tersebut, rasanya investor boleh bernapas lega. Mei 2021 akan dikenang investor sebagai bulan yang sangat berombak karena volatilitas pasar kembali dengan kencang, dan saham-saham meme kembali memiliki peran. Melihat ke bulan-bulan depan, sebagian besar pasar global utama akan berada pada pertumbuhan yang datar hingga lebih tinggi, dengan kinerja yang luar biasa di Kanada dan Eropa.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat nampaknya juga kian serius dengan upaya untuk memulihkan ekonomi. Terakhir, pada Jumat (28/5), Presiden Joe Biden mengumumkan proposal anggaran sebesar US$6 triliun demi berbagai hal, salah satunya adalah memulihkan dampak perubahan iklim.

Ini mengasumsikan bahwa inflasi akan tetap relatif jinak – sekitar 2,4% – selama dekade berikutnya, dan bahwa ekonomi akan terus tumbuh pada tingkat yang sama. Itu adalah asumsi besar mengingat lonjakan harga yang dirasakan warga AS akhir-akhir ini mulai berdampak pada konsumi dan sentimen konsumen.

Hanya saja, kegamangan ihwal inflasi nampaknya masih belum bisa lepas sepenuhnya dari benak investor pasar modal dalam beberapa saat mendatang.

Setelah Dihantui Inflasi, Kinerja Indeks Saham AS Menanti Hasil Data Tenaga Kerja, Pluang

Inflasi dan Saham

Inflasi merupakan topik yang selalu dibicarakan pelaku pasar. Mengapa para ekonom dan pembuat kebijakan begitu terobsesi dengan inflasi? Jawaban lengkapnya bisa dibaca di artikel berikut.

Namun, jawaban lainnya adalah ekuitas merupakan lindung nilai yang tidak sempurna terhadap inflasi. Ekuitas mungkin merupakan “cerminan” atas segala kondisi yang terjadi di dunia usaha, tetapi tentu saja mereka juga adalah aset keuangan, di mana mereka mengalami devaluasi selama periode inflasi.

Seperti yang dilihat pada grafik di bawah ini, bukti empiris menunjukkan bahwa korelasi nilai ekuitas dengan tingkat inflasi pada awalnya negatif. Namun, dalam jangka panjang, korelasinya kemudian berubah menjadi positif setelah beberapa tahun.

Oleh karena itu, pada akhirnya pasar ekuitas beradaptasi dan cenderung mendapatkan keuntungan dari inflasi.

saham AS dan inflasi
Saham AS menjadi lindung nilai terhadap inflasi dalam jangka panjang. Grafik di atas menunjukkan korelasi antara saham AS dan CPI AS dari tahun 1900-2010. Sumber: Julius Baer.

Kemampuan ekuitas untuk melindungi nilai dari inflasi dalam jangka panjang memberikan penyeimbang yang baik untuk komoditas dan emas, yang korelasinya dengan tingkat inflasi positif sejak awal tetapi kemudian akan berkurang.

Kondisi di atas mungkin hanya bukti statistik yang lemah. Namun, hal ini mendukung temuan umum bahwa ekuitas sama sekali tidak merugi selama episode inflasi.

Dari sini juga kita dapat melihat betapa pentingnya diversifikasi portfolio yang seimbang. Seperti yang pernah diucapkan Barton Biggs, seorang investor legendaris Wall Street, dalam bukunya berjudul: Wealth, War & Wisdom.

Biggs menuturkan, investor bisa menghadapi kekhawatiran atas inflasi dengan mempertahankan campuran aset riil yang seimbang dan beberapa turunannya, seperti ekuitas. Namun dalam kasus itu, mengapa tidak langsung ke emas atau real estat untuk melindungi kekayaan seseorang dari penurunan nilai? Karena sejarah menunjukkan bahwa tidak pernah ada obat mujarab untuk inflasi.

Baca juga: Apa Benar Inflasi Selalu Mengancam Return Indeks S&P 500? Simak Jawabannya di Sini!

Analisis Saham Amerika: Apa yang Dinanti Investor Minggu Ini

Saham AS menutup bulan Mei dengan hijau. Sementara, Biden baru saja mengumumkan proposal anggaran sebesar US$ 6 trilliun. Inflasi pun masih menjadi topik yang hangat. Selain itu, apa lagi yang dinanti investor minggu ini dan bisa menjadi bahan analisis saham Amerika Serikat?

1. Pantauan Ekonomi

Laporan Non-Farm Payrolls AS di bulan Mei akan dirilis minggu ini. Ekonom memperkirakan bahwa sektor usaha AS telah menambah sekitar 700.000 pekerjaan di bulan Mei.

Tetapi, jika bulan April dijadikan indikasi, perkiraan tersebut mungkin merupakan level yang tinggi untuk dicapai. Sebab, hanya ada 266.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan April dibandingkan perkiraan yang lebih dari 1 juta.

Perusahaan mengatakan mereka tidak dapat menemukan cukup pekerja untuk mengisi posisi terbuka. Banyak yang membuat kritik terhadap pemerintahan Biden, dan mengatakan bahwa tunjangan pengangguran yang diperpanjang yang pertama kali disahkan oleh Presiden Trump, lalu diperpanjang oleh Biden, membuat para pekerja belum kembali berpartisipasi.

Selain itu, sekitar separuh dari jumlah negara bagian AS telah secara independen memutuskan untuk mengakhiri tunjangan tersebut pada 12 Juni. Hal ini tentu akan dipantau ketat dalam melakukan analisis saham Amerika Serikat.

2. Data Manufaktur Sebagai Fokus Analisis Saham Amerika

Minggu depan, investor juga akan mendapatkan laporan laporan manufaktur utama dari AS, Eropa, Inggris Raya, dan Kanada.

Manufaktur telah menjadi pusat pemulihan dan ekonomi regional juga sangat bergantung padanya. Contohnya adalah Kanada dan Jerman, dimana pasar saham mereka naik di tengah pemulihan ekonomi.

Gangguan rantai pasokan terus melanda semua industri, yang mendorong harga lebih tinggi untuk sebagian besar komoditas. Investor akan melihat apakah hal itu akan mereda dan apakah negara-negara ini akan terus mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi. Ini kemudian juga akan menjadi basis investor dalam melakukan analisis saham Amerika Serikat.

Baca juga: Wahai Pemburu Cuan S&P 500, Perlukah Kalian Cemas Sell in May and Go Away?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img