Currently set to Index
Currently set to Follow

Bagaimana Cara Membaca Fund Fact Sheet?

Untuk menilai kinerja sebuah produk reksadana, seorang investor wajib memahami cara membaca dokumen yang dinamakan fund fact sheet. Dokumen ini berisikan informasi mulai dari fakta-fakta penting terkait kinerja sebuah produk reksadana hingga gaya pengelolaan dana yang dilakukan sang manajer investasi.

Apa Itu Fund Fact Sheet?

Secara garis besar, fund fact sheet adalah laporan yang diterbitkan manajer investasi terkait kinerja sebuah produk reksadana, informasi portofolio, dan jumlah dana kelolaannya (Asset Under Management). Seluruh informasi dalam laporan ini bisa membantumu dalam memilih produk reksadana yang tepat.

Informasi Penting dan Istilah Fund Fact Sheet

Hal pertama yang perlu kamu perhatikan ketika membuka fund fact sheet adalah kecocokan karakteristik produk reksadana tersebut dengan tujuan investasimu. Selain itu, kamu perlu memastikan bahwa risiko produk reksadana itu sesuai dengan profil risikomu. 

Misalkan saja apabila tujuan investasimu adalah untuk mengumpulkan pundi-pundi pensiun tapi di saat yang bersamaan kamu tidak mau khawatir bahwa nilainya akan terkikis. Kamu bisa menggunakan keterangan dalam fund fact sheet untuk mencari poin-poin yang penting apakah produk tersebut sesuai dengan niatmu ini. Kamu juga bisa mempertimbangkan keterangan Manajer Investasi mengenai mudahnya pencairan dan kinerja reksa dana ini supaya investasimu tepat sasaran. 

Secara lebih lengkap, berikut adalah informasi penting di dalam fund fact sheet yang perlu dipahami investor.

1. Nilai Aktiva Bersih (NAB)

NAB adalah jumlah total nilai investasi yang dikelola dalam satu produk reksa dana atau jumlah kekayaan bersih reksadana tersebut. NAB dihitung setiap hari atau setiap periode tertentu berdasarkan harga pasar atas aset-aset dalam portofolio reksadana setelah dikurangi dengan beban-beban seperti biaya pengelolaan, biaya kustodian, dan pajak.

2. Unit Penyertaan (UP)

Unit penyertaan adalah satuan kepemilikan dalam reksadana.

Nilai satu unit bisa diketahui dengan membagi angka NAB reksadana dengan total unit penyertaan produk reksa dana sehingga menghasilkan nilai NAB/UP. Nah, nilai NAB/UP tersebut adalah harga satu unit reksadana yang kamu genggam.

Perihal cuan dan rugimu dalam investasi reksadana dapat kamu hitung dari perubahan angka NAB/UP. Sehingga, kamu harus perhatikan indikator tersebut dengan seksama.

3. Kinerja Produk Reksadana

Kamu juga bisa melihat kinerja reksadana secara historis dalam fund fact sheet. Biasanya, manajer investasi menggunakan rentang periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau sepanjang tahun yang berjalan (year-to-date).

Memang, kinerja historis tidak selalu mencerminkan prospek sebuah produk reksadana. Tapi, kamu setidaknya bisa mengetahui kinerjanya dengan menyimak data historis tersebut.

4. Kinerja Pembanding

Agar kamu lebih mudah menilai kinerja sebuah produk reksadana, manajer investasi biasanya akan membandingkan performa produk reksadana tersebut dengan suatu tolok ukur atau produk sejenis lainnya di dalam fund fact sheet.

5. Alokasi Investasi dan Portofolio Pilihan Manajer Investasi

Manajer investasi juga membeberkan informasi tentang  alokasi dan proporsi pengelolaan dana menurut jenis instrumen dan efek.  Informasi ini merupakan keterangan paling penting di antara seluruh fakta-fakta yang ditampilkan di dalam fund fact sheet.

Kamu bisa mencocokkan informasi tersebut dengan tujuan investasimu sebelum memilih reksadana tersebut. Dengan mengetahui alokasi dan proporsi aset yang dimiliki reksadana tersebut, kamu bisa memperkirakan bagaimana sekiranya kinerjanya di masa depan dan di berbagai macam skenario perekonomian. Sekali lagi, pilihlah yang sesuai dengan tujuanmu, Sobat.

Risiko yang Ditampilkan di Dalam Fund Fact Sheet

Profil risiko keseluruhan reksa dana tersebut juga akan digambarkan di mana tingkat risiko tergantung dari jenis reksa dana tersebut. 

Namun secara umum, terdapat beberapa risiko yang terdapat di semua produk reksa dana.

Adapun risiko umum yang disebut di dalam fund fact sheet adalah:

  1. Penurunan nilai NAB/UP.
  2. Likuiditas.
  3. Perubahan alokasi efek dan nilai investasi.
  4. Faktor makroekonomi dan regulasi perpajakan.

Selain itu, menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 23 Tahun 2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, sebuah produk reksadana bisa dilikuidasi dan dibubarkan apabila dana kelolaan reksa dana tersebut kurang dari Rp10 miliar selama 120 hari kerja bursa berturut-turut. Likuidasi juga bisa dilakukan jika Manajer Investasi mangkir dari aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Cara Menghitung Harga per Unit Reksadana

Sebuah manajer investasi menghimpun dana dari investor untuk kemudian diinvestasikan ke beberapa aset, misalnya saham dan obligasi. Sebagai gantinya, mereka menerbitkan unit penyertaan reksadana yang mewakili kepentingan para investor.

Sebagai contoh, anggap reksadana ABC sudah mengumpulkan dana investor US$1 juta, menggunakannya untuk berinvestasi di kelas aset yang telah disepakati dalam kontrak dan menerbitkan 1.000 unit penyertaan.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, nilai dari sebuah unit reksadana bisa dihitung dengan membagi NAB produk reksadana (atau senilai US$1 juta) dengan jumlah unit penyertaannya (1.000 unit). Dalam hal ini, maka harga satu unit reksadana ABC adalah US$1.000.

Harga/Unit = Nilai Aktiva Bersih / Total Unit Penyertaan

= $1,000,000 / 1,000 Units

= $1,000 / unit

Cara Menghitung Imbal Hasil Reksadana

Untuk menghitung imbal hasil reksadana, kamu perlu menentukan harga beli rata-rata atau biaya rata-rata per satu unit produk reksadana tersebut.

Melanjutkan contoh di atas, anggap saja kamu membeli lima unit reksadana ABC dengan harga US$1.000 per unitnya. Ternyata, saat ini kinerja pasar modal sedang dahsyat, sehingga nilai NAB produk reksadana ABC melesat 50%.

Sehingga, total hasil yang kamu dapatkan dengan modal US$5.000 adalah:

           Hasil = (Harga per unit reksadana sekarang – rata-rata harga beli) * unit penyertaan 

= (US$1.500 -US$1.000) *5

= US$2.500

Kamu juga bisa menghitung tingkat imbal hasilmu dalam bentuk persentase sebagai berikut:

Tingkat Imbal Hasil = (Total Hasil / Total Investasi) * 100%

                                = US$2.500/ (5*US$1.000) * 100%

                                = (0,5) * 100%

                                = 50%

Kamu juga bisa menggunakan rumus yang sama untuk menghitung total imbal hasil dalam kasus-kasus yang lebih rumit, misalnya pembelian beberapa unit suatu reksadana di mana masing-masing unitnya punya harga berbeda. Menghitung biaya rata-rata per unit reksadana akan lebih mudah dilakukan dengan menggunakan spreadsheet seperti di Excel.