Currently set to Index
Currently set to Follow

Biaya-Biaya Investasi Reksadana

Seperti investasi lain pada umumnya, terdapat beberapa biaya dalam proses investasi reksadana. Secara umum, terdapat dua jenis biaya reksadana yang dapat  dibedakan menurut pihak yang menanggung biaya tersebut: Biaya yang ditanggung reksadana dan biaya yang ditanggung oleh investor.

Biaya yang Ditanggung Reksadana

Beberapa jenis biaya yang harus dibayar wadah reksadana terdiri dari:

  1. Biaya manajemen
    Manajer Investasi dan timnya akan mengenakan investor sejumlah biaya sebagai balas jasa pengelolaan dana. Beberapa produk bisa dikenakan biaya transaksi lebih tinggi dibandingkan produk lainnya. 
  2. Biaya kustodian
    Selanjutnya adalah biaya yang dikenakan oleh bank kustodian. Bank kustodian berfungsi dalam pengurusan administrasi, penjagaan serta tempat penitipan aset yang dimiliki oleh reksa dana tersebut. Lembaga ini hadir untuk memastikan bahwa dana investor tetap aman dalam situasi apapun. Sehingga, misalkan jika Manajer Investasi (MI) terpaksa tutup dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk memindahkan dana investornya ke MI lain, maka aset dan himpunan dana investor dipastikan akan tetap aman karena dititipkan ke bank kustodian.
  3. Biaya audit tahunan reksadana
    Karena reksa dana dipasarkan terbuka untuk masyarakat umum,  maka kinerjanya harus diaudit oleh auditor independen. Manajer Investasi wajib merilis laporan keuangan reksadana yang telah diaudit ini setiap tahunnya.
  4. Biaya penggunaan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST).
    Investor biasanya menggunakan indikator NAB per unit sebagai acuan untuk menentukan harga sebuah produk reksadana. NAB per unit biasanya ditampilkan secara netto, alias sudah dikurangi oleh beban-beban di atas, sehingga investor sudah membayar biaya-biaya tersebut secara tidak langsung mengingat seluruh komponen sudah diikutsertakan di dalam NAB reksadana.

Investor menggunakan indikator Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit sebagai acuan harga suatu reksadana. NAB per unit biasanya ditampilkan secara bersih alias sudah dikurangi oleh beban-beban di atas, sehingga investor sudah membayar biaya-biaya tersebut secara tidak langsung.

Apabila Sobat Cuan tertarik untuk melihat seberapa besar komponen biaya-biaya reksadana terhadap total aset kelolaan atau Asset Under Management (AUM), maka kalian bisa menemukannya dalam fund fact sheet reksadana.

Biaya yang Ditanggung Investor

Biaya-biaya yang perlu ditanggung investor meliputi:

  1. Biaya pembelian (subscription fee)
    Biaya subscription adalah biaya yang dikenakan kepada investor ketika membeli sebuah produk reksadana. Nilai biaya subscription di Indonesia rata-rata sebesar 0% hingga 5% dari setiap pembelian unit penyertaan reksadana, tergantung kebijakan masing-masing perusahaan aset manajemen. Pengenaan biaya ini ditujukan untuk mendorong investor untuk melakukan investasi dalam jangka panjang (bukan jangka pendek) agar mendapatkan imbal hasil optimal.
  2. Biaya penjualan (redemption fee)
    Investor juga akan dibebankan biaya ketika ia ingin menjual produk reksadananya. Rata-rata biaya redemption di Indonesia berkisar antara 0% hingga 3% dari setiap penjualan unit penyertaan reksadana. Pengenaan biaya ini juga ditujukan supaya investor melakukan investasi dalam jangka panjang (bukan jangka pendek) agar mendapatkan imbal hasil optimal. Beberapa Manajer Investasi meniadakan biaya penjualan apabila investor sudah melewati waktu yang cukup lama sejak pembelian. 
  3. Biaya perbankan yang berkaitan dengan transaksi reksadana.

Seluruh biaya yang ditanggung investor dalam investasi reksadana adalah ongkos yang timbul akibat kegiatan jual-beli unit reksadana. Kendati demikian, investor yang berinvestasi reksadana di Pluang tak perlu khawatir, sebab mereka bisa melakukan transaksi pembelian dan penjualan reksadana tanpa dibebankan biaya apapun.

Berikut adalah tabel mengenai komponen biaya di setiap produk reksadana di aplikasi Pluang:

Biaya Produk Reksadana Pasar Uang di Pluang

Biaya Produk Reksadana Saham & Campuran di Pluang

Biaya Setiap Produk Reksadana Pendapatan Tetap Di Pluang

Mengapa Beberapa Reksadana Membebankan Biaya Tinggi?

Reksadana akan membebankan biaya yang lebih tinggi kepada investor jika mereka merasakan bisa meningkatkan imbal hasil atau imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko (risk-adjusted return). Hal ini terjadi bukan saja di industri reksa dana namun sikap ini juga terlihat di industri lain yang bergerak dalam jasa pengelolaan dana investasi. 

Ini umumnya terlihat pada reksadana yang dikelola secara aktif (actively managed investment fund), di mana dana investor secara aktif dikelola dengan memilih beberapa perusahaan atau sektor yang diyakini akan menunjukkan hasil lebih tokcer dan mengalahkan kinerja pasar secara keseluruhan. Perusahaan manajemen investasi menyatakan bahwa untuk memperoleh hasil tersebut, mereka membutuhkan kerja keras, keahlian dan proses analisis yang lebih cermat dengan mengumpulkan lebih banyak data dan keterangan. Sehingga mereka memerlukan untuk mengeluarkan biaya yang lebih tinggi  untuk “memilah-milah” instrumen yang berkinerja mumpuni tersebut, yang akan kemudian diteruskan ke investor.

Sebagai contohnya, Sobat Cuan bisa menyimak tabel di bawah ini. Perlu dicatat bahwa rasio beban (expense ratio) = (biaya manajemen + biaya kustodian) / rata-rata Nilai Aktiva Bersih reksadana dalam setahun.

Perbandingan Biaya Produk Reksadana

per 31 Agustus 2021