Currently set to Index
Currently set to Follow

Analisa Emas Minggu Ini: Harga Emas Mencapai Rp.927,798

Analisa emas minggu ini menunjukan penurunan emas sebesar 0,33% menjadi $ 1.941,90/oz atau setara Rp.927,798. Dolar AS melanjutkan rally meskipun pidato Kamis lalu oleh Ketua Federal Reserve Jay Powell menandai perubahan inflasi. Seharusnya, emas mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, rilis data ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan di beberapa bagian dunia memberi investor harapan yang cukup untuk kemungkinan menghindari risiko.

Analisa Emas – Rebound Pada Harga Emas

Pada Senin pagi, emas naik 0,20% menjadi $ 1,978.85 karena dolar melemah setelah kenaikan yang tidak dapat dijelaskan Jumat lalu menyusul pidato Powell.

Seperti yang disebutkan pada analisis minggu lalu, Powell telah menetapkan kebijakan baru untuk menargetkan rata-rata tetapi inflasi yang lebih tinggi sebesar 2%. Tujuannya adalah untuk mengelola pemulihan ekonomi dan pekerjaan AS dengan lebih baik di masa depan. Ini menandakan dukungan jangka panjang untuk emas. Emas adalah lindung nilai yang aman dan aset riil lainnya adalah penerima manfaat utama dari inflasi. Tetapi, yang terjadi justru adalah kenaikan imbal hasil Treasury dan dolar yang akhirnya melemahkan emas.

Namun, pada akhir hari Jumat, Indeks Dolar tidak mampu bertahan ke poin penting 93. Sementara itu, catatan Treasury 10-tahun mencatat kerugian lebih dari 4%. Ini membuka jalan bagi emas untuk naik ke $ 2.000. Kenaikan yang terjadi ketika China dan Jepang merilis data yang mengisyaratkan sinyal beragam tentang pemulihan ekonomi mereka dari COVID-19.

Dengan melemahnya dolar ke level terendah sejak Mei 2018 pada hari Selasa, emas mampu naik 0,86% lebih lanjut menjadi $ 1.995,70. Hal ini terjadi setelah Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida menjelaskan lebih lanjut tentang perubahan dari Fed mengenai inflasi, mendorong investor untuk menjauh dari greenback.

Analisa Emas – Pemulihan Ekonomi Mendukung Dolar

Pada Rabu pagi, emas mundur dan diperdagangkan 0,35% lebih rendah menjadi $ 1.972 karena dolar naik ke 92,365 poin, menandai kenaikan 0,03% karena data ekonomi yang positif.

Logam kuning turun di bawah angka $ 1.980 setelah data manufaktur AS merilis pemulihan harapan untuk pemulihan ekonomi karena IMP manufaktur ISM untuk Agustus berada di 56, di atas perkiraan 54,5 dan angka Juli 54,2.

Ahli strategi pasar senior, Bob Haberkorn, mengatakan bahwa angka yang lebih baik dari perkiraan menyebabkan emas mengurangi keuntungannya dan memberi sedikit kekuatan pada dolar. Tetapi, dia mencatat bahwa data yang lebih baik tidak selalu mengubah gambaran untuk Federal Reserve AS. Tren analisa emas pun masih lebih tinggi.

Beberapa analis masih menganggap dolar melemah karena ekspektasi inflasi minggu ini karena berada di sekitar 92,5. Namun, dolar mampu melonjak 0,6% hingga mencapai poin tertinggi di 92,87 setelah jatuh ke level terendah dua bulan di 91,737 sehari sebelumnya. Hal ini telah menunjukkan bagaimana dolar telah menjadi aset berisiko penuh, bergerak sejalan dengan saham-saham yang lagi-lagi. Menikmati reli di Wall Street.

Akhir Minggu

Setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya, analisa emas menunjukkan kenaikan 0,19% menjadi $1.948,25. Sementara itu, dolar kembali melemah 0,1% di tengah kekhawatiran tentang pemulihan pasar tenaga kerja yang melambat.

Pengusaha swasta A.S. mempekerjakan lebih sedikit pekerja dari yang diharapkan untuk bulan kedua berturut-turut. Data awal angka pekerjaan A.S. di bulan Agustus oleh ADP mengungkapkan bahwa penggajian bisnis hanya meningkat sebesar 428.000. Angka ini jauh lebih rendah dari proyeksi rata-rata di 1 juta.

Di sisi lain, data yang dirilis di hari berikutnya menunjukkan tanda-tanda positif karena klaim pengangguran mingguan berada di 881.000. Angka ini lebih baik dari yang diprediksi di 950.000. Meski begitu, analisa emas menunjukkan kenaikan pada hari Jumat karena ekuitas AS jatuh. Penurunan ini merupakan yang terbesar dalam hampir tiga bulan dengan rata-rata Dow Jones Industrial turun 800 poin. Ada juga kerugian di semua saham teknologi utama karena investor mempertanyakan keberlanjutan valuasi mereka yang tinggi.

Pasar tenaga kerja yang mendatar telah menciptakan dukungan untuk emas, tetapi investor akan menunggu pengungkapan data penggajian non-pertanian AS untuk bulan Agustus untuk menentukan apakah dukungan itu akan berlanjut atau tidak.

Ahli strategi mata uang DailyFx Ilya Spivak setuju dengan dukungan lanjutan untuk analisa emas. Masih ada ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan tetap dovish dan ekonomi menjadi sangat lemah secara absolut. Tetapi, dia masih percaya bahwa pergerakan emas terbalik dengan pergerakan pada dolar dikarenakan oleh selera risiko yang kelihatannya kuat.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Simak juga:

Pidato the Fed Memacu Harga Emas Minggu Lalu Naik ke Rp1,008,492

Pergerakan Harga Emas di Indonesia, Apa Saja yang Mempengaruhinya?

Investasi ala Warren Buffett: Cara Terbaik Kelola Kekayaan

Recent Articles

fixed exchange rate adalah

Apa Itu Fixed Exchange Rate?

Retained Earnings adalah

Apa Itu Retained Earnings?

Personal Finance adalah

Apa Itu Personal Finance?

contoh gantt chart

Apa Itu Gantt Chart?

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel lainnya