Currently set to Index
Currently set to Follow

Saham AS Siap Ngegas Pekan Ini Berkat Kinclongnya data Tenaga Kerja

Jumat lalu (2/7), indeks saham utama Amerika Serikat ditutup mempertahankan rekor tertinggi mereka. Di antara semuanya, kemenangan tertinggi diraih oleh indeks S&P 500, yang mencatat kemenangan beruntun terpanjang sejak agustus lalu.

Seperti dijelaskan pada analisis saham Amerika Serikat pekan lalu, penyebabnya tak lain adalah rilis data ketenagakerjaan negara adidaya yang menorehkan hasil mumpuni. Adapun kinerja ketiga indeks shaam utama AS bisa dilhat di tabel berikut:

Tabel di atas memperlihatkan bahwa indeks S&P 500 menembus angka 4.300, tepat tiga bulan setelah indeks berisikan 500 perusahaan top seantero AS ini menyentuh level 4.000. Seluruh indeks saham utama AS pun mencatat pertumbuhan nilai di atas 1% sepanjang pekan lalu.

Baca juga: Arah Indeks Saham AS Pekan Ini Menanti Harap-Harap Cemas Sikap The Fed

Analisis Saham Amerika Serikat Pekan Lalu

Seperti yang disebutkan di atas, moncernya kinerja tiga indeks saham AS disebabkan oleh data penambahan tenaga kerja baru AS. Departemen Ketenagakerjaan AS mencatat bahwa dunia usaha menambah 850.000 pekerjaan pada Juni, atau bertumbuh signifikan dibanding Mei yakni 583.000 tenaga kerja.

Data tersebut mengindikasikan bahwa ekonomi AS memang berada di jalur pemulihan yang benar. Meski demikian, data itu pun tidak sepenuhnya diartikan pula sebagai kabar bahagia.

Pada kesempatan yang sama, Departemen Ketenagakerjaan AS melansir tingkat pengangguran Juni di angka 5,9%, meningkat dibanding Mei sebesar 5,8%. Kemudian, AS pun masih memerlukan 6,8 juta pekerjaan lagi untuk kembali ke level pra-pandemi.

Hal ini bukan karena pengusaha tidak mau mempekerjakan tenaga kerja existing. Namun, mereka benar-benar kesusahan untuk menemukan pekerja untuk mengisi semua posisi yang ada. Para ekonom berharap bahwa peningkatan pencari kerja pada bulan Juni adalah tanda bahwa krisis tenaga kerja bisa mereda pada musim gugur.

Tingkat pengangguran yang naik pun disebut-sebut tak perlu dipersoalkan. Sebab, hal itu tidak mengindikasikan bahwa dunia usaha AS tengah getol merumahkan pekerja. Namun, memang pada bulan kemarin, jumlah orang yang mencari pekerjaan bertambah sehingga menambah unsur penyebut dalam rumus tingkat pengangguran.

Adapun rumus tingkat pengangguran adalah sebagai berikut:

Tingkat pengangguran = jumlah orang yang menganggur / jumlah total orang yang sedang bekerja atau sedang mencari pekerjaan.

Lalu, apa saja tema utama dari laporan pekerjaan AS tersebut?

  • Hiburan dan hospitality: Sektor yang paling terpukul oleh pandemi telah menambahkan 343.000 pekerjaan pada bulan Juni, menyumbang 40% dari total kenaikan.
  • Upah: Gaji rata-rata per jam naik 3,6% pada Juni dibandingkan tahun sebelumnya, dan 6,6% di atas level dari Februari 2020, sebelum Covid-19 melanda AS.
  • Pekerjaan jarak jauh (remote working): sebanyak 14,4% karyawan AS melakukan pekerjaan jarak jauh oleh karena pandemi. Anga ini turun dari 16,6% pada bulan Mei dan dari puncak 35% pada Mei 2020.

Saham AS Siap Ngegas Pekan Ini Berkat Kinclongnya data Tenaga Kerja, Pluang

Analisis Saham Amerika Serikat: Hal yang Dinanti Investor Minggu Ini 

Di hari Senin (5/7) pasar saham, obligasi, dan komoditas AS semuanya akan ditutup pada untuk memperingati Hari Kemerdekaan, yang jatuh pada hari Minggu (4/7). Ini juga akan menjadi minggu pertama dalam sejarah Amazon.com dimana Jeff Bezos tidak akan memimpin perusahaan yang ia dirikan. Beliau melangkah ke peran Ketua Eksekutif, dan Andy Passy mengambil alih sebagai CEO.

Dengan berakhirnya kuartal II pada hari Rabu (30/6), perusahaan-perusahaan yang terdaftar di AS juga akan menyiapkan laporan pendapatan kuartalan mereka dalam dua minggu ke depan, yang juga berarti mereka akan berada dalam apa yang disebut 'periode tenang'.

Untuk investor, mungkin jangan berharap terlalu banyak tentang pengumuman, peluncuran produk, ataupun transaksi besar sampai mendekati pertengahan bulan Juli.

Kalender ekonomi, di sisi lain, akan cukup sibuk. Di AS, akan dirilis laporan di sisi layanan non-manufaktur ekonomi, serta risalah dari pertemuan FOMC terakhir, pun laporan tentang tingkat perputaran pekerjaan. Berikut rinciannya.

1. Risalah The Fed

Risalah pertemuan Fed untuk Juni akan dirilis pada hari Rabu ini (7/7). Di pertemuan tersebut, para pejabat membuka pembicaraan tentang pengurangan pembelian obligasi dan mengindikasikan kenaikan suku bunga yang bisa datang lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya.

Risalah dirilis setelah laporan nonfarm payrolls hari Jumat (2/7), yang menunjukkan bahwa AS menciptakan pekerjaan terbanyak dalam 10 bulan terakhir pada bulan Juni. Ini menunjukkan bahwa di kuartal II tahun ini, ekonomi ditutup dengan momentum kuat karena pembukaan ekonomi kembali berlanjut.

Meskipun data menunjukkan angka yang bagus, hal ini tidak meredakan kekhawatiran bahwa pemulihan yang kuat dan kenaikan upah, dapat mendorong The Fed untuk mulai melepaskan kebijakan moneter lebih cepat dari yang diharapkan.

Dinamika itu tampaknya akan terus membebani pasar. Utamanya, menjelang pertemuan kebijakan Fed Juli dan pertemuan tahunannya di Jackson Hole, Wyoming, pada bulan Agustus. Hal itu, tentu saja, akan menjadi pertimbangan investor dalam analisis saham Amerika Serikat berikutnya.

2. Inflasi China

China akan merilis data indeks harga konsumen dan inflasi harga produsen pada Jumat (9/7). Pengamat pasar akan mencermati biaya bahan baku, yang melonjak karena harga komoditas yang lebih tinggi. Selain itu, analis juga penasaran, apakah kenaikan biaya ini akan diteruskan ke konsumen.

Harga-harga barang telah melonjak di China dan di seluruh dunia, menambah kekhawatiran bahwa gelombang inflasi dapat mengancam pemulihan ekonomi global jika terus berlanjut.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img