Currently set to Index
Currently set to Follow

China Niat Nasionalisasi Alibaba dan Ant Milik Jack Ma

Investigasi China terhadap dugaan praktik monopoli dua bisnis milik Jack Ma, Alibaba dan Ant Group, dikabarkan akan bermuara terhadap nasionalisasi aset-aset perusahaan bernilai jumbo tersebut.

Song Qing, seorang orang dalam di industri keuangan dan teknologi, mengatakan bahwa hal tersebut sudah direncanakan oleh Partai Komunis China. Ia mengatakan hal tersebut dalam sebuah wawancara kepada Radio Free Asia.

“Pasti akan ada hasil dari investigasi yang mereka [pemerintah China] lakukan sekarang. Dan mungkin, titah [nasionalisasi] ini muncul dari pejabat tertinggi,” ujar Song.

Dugaan nasionalisasi ini diperkuat dengan tulisan the People’s Daily, surat kabar milik partai tersebut, yang mengatakan bahwa tindakan anti-monopoli akan menuntun China ke arah “perkembangan yang lebih baik”.

Surat kabar itu juga mengatakan, pengambil kebijakan utama tertinggi di Partai Komunis China beranggapan bahwa tindakan anti-monopoli mesti diperkuat untuk mencegah China dari “ekspansi kapital yang tak teratur”.

Song bahkan menyebut rencana nasionalisasi dua perusahaan Jack Ma tercetus beberapa pekan lalu. Bahkan, pemerintah China juga diduga sudah menetapkan penetapan waktu investigasi itu secara sengaja.

“Pengambilalihan [dua perusahaan tersebut] pasti akan terjadi. Hal itu, menurut saya, sengaja untuk memberi pelajaran kepada Ant dan Alibaba,” imbuh dia.

Baca juga: Kerugian Jack Ma US$7 M Berimbas ke Ekonomi China

Penyelidikan anti-monopoli terhadap perusahaan Jack Ma diduga serangan balas dendam

Penyelidikan China terhadap dua perusahaan Jack Ma diduga merupakan serangan balas dendam atas ucapan Ma pada Oktober lalu. Kala itu, ia menyindir bank-bank China hanya sebagai “pegadaian” dan mengatakan bahwa regulator industri jasa keuangan China sebagai biang keladi terhambatnya inovasi.

Pada Desember lalu, Komisi Persaingan Usaha China mengatakan telah memulai investigasi atas dugaan praktik monopoli yang dilakukan oleh perusahaan belanja daring besutan Ma, Alibaba. China menuduh Alibaba telah memaksa penjual yang berada di situsnya hanya untuk menjual barangnya secara eksklusif di platform belanja daring tersebut.

Kemudian, People’s Bank of China juga mengatakan bahwa Ant Group, perusahaan Jack Ma di bidang jasa keuangan digital, telah dipanggil empat regulator keuangan negara tirai bambu tersebut. Mereka akan “memandu” Ant Group untuk menerapkan pengawasan keuangan dan mengatur layanannya.

Jack Ma pun kini seolah hilang ditelan bumi setelah melontarkan kritikas pedas tersebut.

Baca juga: Miliarder China Jack Ma Dikabarkan Menghilang Usai Kritik Pemerintah

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: IB Times, CNN Indonesia

Artikel Terbaru